Bagi kebanyakan musisi, bergabung dengan perusahaan rekamaan besar umumnya menjadi pilihan jalan terbaik untuk mencapai puncak prestasi. Melalui major label, kemudahan meraih ketenaran yang berujung pada datangnya kemudahan finansial menjadi pandangan mainstream. Meskipun kemudian, ada sejumlah kompromi yang harus dijalankan. Namun bagaimana dengan pemikiran para musisi indie?
Dari Jogja, seorang gadis belia mulai menggebrak panggung musik indie nasional lewat harmoni kord-kord piano elektriknya. Frau, pianis solo berdarah campuran Jogja-Jepang Hawaii telah membuat kagum banyak penikmat musik bawah tanah (termasuk gw). Lewat sejumlah performa gabungan piano dengan teater atau seni pantomim, Frau dipuji banyak pengamat musik indie sebagai new rising star di musik indie. Frau sendiri juga tidak segan-segan menyebarluaskan karya musiknya secara gratis melalui internet. Baginya, bermusik adalah media penyaluran hobi sekaligus wujud aktualisasi diri, yang tak bisa dibatasi oleh tuntutan-tuntutan atas nama bisnis komersil.
Berikut salah satu karya Frau, "Mesin Penenun Hujan".
-Mesin Penenun Hujan.mp3 (Download Here)
Merakait mesin penenun hujan
Hingga terjalin terbentuk awan
Semua tentang kebaikan
Terlukis
Tertulis
Tergaris
Di wajahmu
Keputusan yang kau tlah putuskan
Ketika engkau telah tunjukan
Semua tentang kebaikan
Kebaikan di antara kita
Kau sakiti Aku
Kau terangi Aku
Kau sakiti
Terangi
Kau benci Aku
Tetapi esok nanti
Kau akan tersadar
Kau temukan sebuah bayangan di hati
Dan aku kan ingat
Ku kan jadi hujan
Tapi tak kan ada
Ku kan jadi awan
Merakit mesin penenun hujan
Ketika engkau telah tunjukan
Semua tentang kebaikan
Kebaikan diantara kita
Frau dan Mesin Penenun Hujan
Monday, January 25, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



2 comments:
mau dunk lagu frau nya...
q dah berkali-kali coba mengunduhnya, tp ga pernah berhasil.
he...
udah di kasih alamatnya kok di atas, tinggal di klik aja...selamat mencoba
Post a Comment