My Pandora Box

Friday, January 22, 2010

Pernah dengar istilah kotak pandora?

Bukan kota atau sebuah tempat di film nya avatar lho, tapi itu kotak yang isinya merupakan harapan-harapan kita. Kotak pandora dianggap benda berbahaya karena isinya tersebut. Yeah, harapan dianggap berbahaya karena manusia dianggap sebagai makhluk yang bergantung pada harapan, ia mati-matian bertahan hidup dari harapan-harapan; gambaran akan sesuatu yang baik di masa mendatang yang menjadikan manusia rela melakukan apapun demi harapan tersebut. Padahal seringkali kenyataan yang pahit muncul untuk ditelan bulat-bulat.

Agak pusing ya? Tapi intinya begitu. Gw bukan orang yang takut berharap, gw survive di kehidupan ini karena memegang erat mimpi-mimpi gw, gw memang bekerja keras untuk itu, tapi gw menjalankannya dengan sukacita.

Ada satu harapan yang gw takuti, harapan dalam urusan suka sama seseorang. Yah...bisa di bilang sedikit trauma buat masalah yang kayak gini.

Kita tidak sekedar mencari seseorang yang mau menerima cinta kita, melainkan mencari seseorang yang mau mencintai kita...

Gw teringat kutipan dari salah satu buku yang pernah gw baca:

'Yang namanya cinta sepihak itu kayak orang berjalan, kamu bisa memilih untuk berhenti di mana saja, atau kamu juga bisa memilih untuk berlari dan terus maju'

Kenapa tiba-tiba gw ngomongin ini? karena gw emang belakangan ini trauma dan TAKUT BERHARAP sama seseorang. Gw hanya ingin lebih ke arah "I want him/her to love me back", berharap juga dicintai oleh orang yang kita cintai.

Lama-lama kita jadi orang yang penuh pertimbangan dan pemikiran juga ya. Kita menciptakan kotak pandora kita sendiri. Bisa-bisa nggak ada lagi istilah 'he/she is my kryptonite' tapi 'he/she is my pandora box'. Dih jelek banget.

Padahal...kalau diingat-ingat, esensi sebenarnya dari cinta kan giving not talking. Tapi sebenernya semua orang punya hak untuk suka sama seseorang, masalah terbalas atau tidak terbalas itu seharusnya soal lain. Kalau dia bener-bener tulus sayang, seharusnya kita menghargai perasaan orang yang menyayangi kita itu, kan? Oke...terlihat terlalu ideal untuk jadi kenyataan, tapi...why not? :)

0 comments:

Post a Comment